Songgolangit.com – Banjir mulai melanda sejumlah wilayah akibat hujan yang terus turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai oleh para pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor matic, agar tidak sembarangan menerobos genangan air saat di perjalanan.
Para ahli menjelaskan bahwa motor pada dasarnya tidak dirancang sebagai kendaraan amfibi yang mampu melintasi segala jenis medan. Oleh karena itu, terdapat batas ketinggian air yang aman untuk dilalui kendaraan roda dua, terutama jenis matic.
Motor matic disebut sebagai kendaraan yang lebih rentan terhadap air jika digunakan tanpa perhitungan. Hal ini disebabkan oleh posisi beberapa komponen utama yang cukup rendah, sehingga lebih mudah mengalami gangguan ketika terendam air.
Untuk itu, pengguna motor matic disarankan untuk mengetahui batas ketinggian air yang aman dilalui. Mengutip informasi dari situs produsen motor terbesar dalam negeri, Astra Honda Motor, disebutkan bahwa batas air yang paling aman untuk dilalui adalah sekitar 10 hingga 15 cm.
Salah satu cara untuk mengukur ketinggian air yang masih bisa dilewati adalah dengan menggunakan parameter seperti lubang knalpot, filter udara, CVT, dan footstep. Jika air sudah mencapai ketinggian yang sejajar dengan komponen tersebut, maka disarankan agar pengendara tidak nekat melintasi genangan.
Selain itu, meskipun batas aman genangan air telah diketahui, pengendara juga diminta untuk tetap memperhatikan beberapa hal saat melintas. Saat melalui genangan air, mereka dianjurkan untuk menjaga ritme putaran gas guna mencegah air masuk ke lubang knalpot. Selain itu, penggunaan rem depan dan menjaga keseimbangan motor dari gelombang air akibat kendaraan lain yang melintas juga dianggap penting.
Ada beberapa risiko yang dapat terjadi setelah motor melintasi genangan air yang melebihi batas aman. Salah satunya adalah v-belt atau bagian CVT yang seharusnya selalu kering menjadi basah, sehingga berpotensi mengalami selip jika ruang CVT kemasukan air.
Selain itu, kondisi lain yang mungkin terjadi adalah perubahan warna oli gardan menjadi putih susu akibat tercampurnya air dengan kotoran. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan karat dan merusak komponen mesin.
Lebih lanjut, motor matic juga dapat mengalami water hammer, yaitu kondisi ketika air masuk ke ruang mesin. Air yang tercampur dalam ruang bakar dapat mengganggu proses pembakaran, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan serius seperti piston bengkok atau bahkan pecah.
Akibatnya, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan oleh pemilik kendaraan pun bisa menjadi sangat besar jika hal tersebut terjadi.




