Nasional – Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks DPR/MPR RI terus berlangsung meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis malam (28/8). Massa memilih bertahan di lokasi meski cuaca tak bersahabat.
Dilansir dari cnnindonesia, hujan mulai turun deras sekitar pukul 18.00 WIB, namun peserta aksi tetap bertahan hingga sekitar pukul 19.20 WIB. Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas mobil taktis (rantis) milik Brimob saat kericuhan demo di kawasan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat sehari sebelumnya.
Situasi sempat memanas. Laporan dari lokasi menyebutkan adanya lemparan gas air mata dari aparat serta molotov dari massa aksi. Sementara itu, di sisi kanan Gedung DPR terlihat api menyala akibat ban yang dibakar, dan sebagian tembok pagar kompleks parlemen dirusak.
Meski waktu demonstrasi telah melewati batas pukul 18.00 WIB, aparat gabungan dari Brimob dan TNI masih berjaga namun belum mengambil tindakan represif lebih lanjut.
Para demonstran menyuarakan tuntutan agar kasus kematian Affan diusut tuntas. Mereka juga mendesak reformasi di tubuh DPR serta menolak tambahan tunjangan bagi para anggota legislatif.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinannya atas insiden yang menewaskan Affan. Ia menyatakan kecewa terhadap tindakan aparat yang dinilai berlebihan, serta meminta kepolisian melakukan proses hukum secara menyeluruh.
Terkait hal itu, Divisi Propam Polri telah menetapkan tujuh anggota Brimob yang diduga berada dalam mobil rantis sebagai terduga pelanggar. Ketujuhnya langsung dikenai sanksi penempatan khusus selama 20 hari dan akan menjalani proses etik, sebelum berlanjut ke proses hukum pidana. (hmr)