HomePonorogoPuncak Ponorogo Rikolo Semono 2 2025: Malam Penghargaan Lomba Fotografi dan Refleksi...

Puncak Ponorogo Rikolo Semono 2 2025: Malam Penghargaan Lomba Fotografi dan Refleksi Budaya.

Date:

PONOROGO – Rangkaian acara Ponorogo Rikolo Semono 2 2025 resmi ditutup dengan kemeriahan Bareng Wayang Climen pada Selasa malam (15/7/2025). Malam penutupan ini tidak hanya menjadi puncak dari serangkaian kegiatan budaya, tetapi juga sekaligus menjadi malam penghargaan bagi para pemenang Lomba Fotografi Grebeg Suro 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menekankan pentingnya memahami akar budaya dan sejarah sebagai fondasi kemajuan daerah.

“Kami ingin menyadarkan, membangkitkan, dan memotret. Kami ingin menatahkan bahwa perjalanan Ponorogo hari ini adalah bagian panjang dari rentetan sejarah masa lalu,” ujar Bupati Sugiri.

Bupati Sugiri juga menambahkan, “Kita harus memahami leluhur kita, memahami budaya kita, memahami seni. Perjalanan peradaban yang lahir ada di sini.” Pesan ini menjadi pengingat akan nilai-nilai tradisi yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan dalam dinamika zaman.

Malam itu juga menjadi momen istimewa bagi para fotografer muda yang berhasil menangkap keindahan dan esensi budaya Ponorogo melalui lensa mereka. Berikut daftar pemenang yang diumumkan:

Juara Favorit
1. Reno Radithya Miraza (SMA Negeri 1 Ponorogo)
2. Ayu Anindya Fauziah Winoto (SMAN 3 Ponorogo)
3. Muhammad Rifqy Al Azzam (SMAN 2 Ponorogo)

Kategori Juara Best
– Best Black and White: Rangga Pramuda Ardana (STKIP PGRI Ponorogo)
– Best Human Interest: Irfan Awalludin Fitrah (STKIP PGRI Ponorogo)
– Best Komposisi: Umniyatuzzahro’ (Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
– Best Like: Ayu Anindya Fauziah Winoto (SMAN 3 Ponorogo)
– Best Moment: Arya Bimantaka (Universitas Darussalam Gontor)
– Best Portrait: Muhammad Anwar (SMKN 1 Jenangan)
– Best Religi: Desytha Latyfa Zahra (SMPN 1 Kauman)
– Best Seni dan Budaya: Akmal Niko Rajendriya Prasista (MA Al-Islam)
– Best Still Life: Ari Puji Liztion (STKIP PGRI Ponorogo)

Acara ditutup dengan pertunjukan Wayang Climen, sebuah kolaborasi seni tradisional yang memadukan wayang kulit dengan musik kontemporer. Pertunjukan ini menjadi simbol harmoni antara warisan budaya dan kreativitas generasi muda, mengakhiri Ponorogo Rikolo Semono 2 2025 dengan pesan mendalam tentang pelestarian dan inovasi.

“Selamat kepada semua pemenang dan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah menjadikan acara ini sukses. Mari terus jaga dan kembangkan budaya Ponorogo!” tutup Bupati Sugiri, disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Dengan demikian, Ponorogo kembali membuktikan komitmennya sebagai kota kreatif yang menghargai sejarah sekaligus membuka ruang bagi kreativitas baru. (hmr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 14 =

Share post:

#TERPOPULER

#TERKAIT

Propam Polri Jatuhi Patsus 20 Hari ke Anggota Brimob Setelah Insiden Ojol Meninggal.

Nasional - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menjatuhkan...

Massa Aksi di Depan DPR Bertahan di Tengah Hujan Deras, Tuntut Keadilan atas Meninggalnya Sopir Ojol.

Nasional - Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks...

Pemkab Ponorogo Kaji Ulang Hari Jadi, Sandarkan pada Prasasti dan Data Ilmiah.

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan Seminar Bedah...

Kejuaraan Bulutangkis Ponorogo 2025 Dibuka, Jaring Bibit Atlet dan Wadahi Pecinta Badminton.

PONOROGO — Sebanyak 170 peserta turut meramaikan Kejuaraan Bulutangkis...