HomeUncategorizedTahun Ini Kekerasan Anak dan Perempuan di Magetan Capai Puluhan Kasus

Tahun Ini Kekerasan Anak dan Perempuan di Magetan Capai Puluhan Kasus

Date:

Magetan – Kasus penganiyaan atau kekerasan anak oleh ayah kandung yang terjadi di Kecamtan Maospati, belakangan ini bukan kasus pertama di Magetan.

Tahun ini, sejumlah kekerasan anak tercatat di dinas pengendalian penduduk, keluarga berencana, dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPKBPPPA) Magetan.

Kepala DPPKBPPPA Magetan Furiana Kartini kemarin (4/10) menyampaikan, Bulan Januari sampai September tahun ini ada 20 kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Kekerasan pada perempuan dan anak di kabupaten ini tahun lalu lebih marak terjadi. Catatan DPPKBPPPA, total terdapat 58 kasus sepanjang 2022.

Banyaknya pelaku kekerasan perempuan dan anak adalah orang yang dekat dengan korban. Bentuk kasus bisa berupa kekerasan seksual, fisik, maupun psikis.

Puluhan perempuan dan anak sudah menjadi korban. Termasuk, seorang anak sembilan tahun warga Kecamatan Maospati beberapa waktu lalu.

Korban mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya. Akibatnya, kondisi bocah itu kritis, mengalami gegar otak dan perlu dioperasi.

Disinggung soal kasus kekerasan anak terbaru itu, Furi, sapaan Furiana Kartini, mengklaim bahwa pihaknya sudah membentuk satgas perlindungan perempuan dan anak (PPA). Dia menekankan, pendampingan akan terus dilakukan. Ia mengatakan, saat ini masih fokus ke pemulihan anak secara fisik.

Sejumlah pendampingan bakal diberikan kepada bocah malang yang masih duduk di bangku SD itu. Baik dari aspek sosial, pendidikan, maupun hukum yang dilakukan bersama pihak terkait dalam satgas.

Furi mengatakan, Setelah anak pulih, konseling dari Jatim akan dihadirkan. Di lain sisi, ia menyinggung nihilnya rumah aman di Magetan. Menurutnya, itu dibutuhkan untuk penanganan korban kekerasan. Baik anak maupun perempuan. (Nh/radarmadiun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four − two =

Share post:

#TERPOPULER

#TERKAIT

Propam Polri Jatuhi Patsus 20 Hari ke Anggota Brimob Setelah Insiden Ojol Meninggal.

Nasional - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menjatuhkan...

Massa Aksi di Depan DPR Bertahan di Tengah Hujan Deras, Tuntut Keadilan atas Meninggalnya Sopir Ojol.

Nasional - Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks...

Pemkab Ponorogo Kaji Ulang Hari Jadi, Sandarkan pada Prasasti dan Data Ilmiah.

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan Seminar Bedah...

Kejuaraan Bulutangkis Ponorogo 2025 Dibuka, Jaring Bibit Atlet dan Wadahi Pecinta Badminton.

PONOROGO — Sebanyak 170 peserta turut meramaikan Kejuaraan Bulutangkis...