HomeUncategorizedJatah Pupuk Subsidi untuk Petani Pacitan Minim, Pemkab Usul Tambahan 1.500 Ton

Jatah Pupuk Subsidi untuk Petani Pacitan Minim, Pemkab Usul Tambahan 1.500 Ton

Date:

Pacitan – Alokasi pupuk subsidi untuk memenuhi rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tahun ini jauh dari kebutuhan riil petani di Pacitan.

Sebagian besar kebutuhan pupuk subsidi  jenis urea memang hampir terpenuhi. Tapi tidak untuk NPK. Kabarnya hanya dijatah sepertiga dari total kebutuhan para petani.

September ini pemkab setempat mengajukan kembali kebutuhan pupuk subsidi jenis NPK untuk menjaga asa para petani dan produktivitas pertanian di Pacitan.

Dari sebelumnya 8.098 ton bertambah 1.500 ton menjadi 9.596 ton. Sementara urea tidak ada usulan tambahan atau tetap sesuai jatah 14.546 ton.

kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso mengatakan Pengalaman tahun sebelumnya, serapannya hanya 10.861 ton.

Sugeng Santoso mengatakan saat ini pemerintah mulai mengatur alokasi tambahan dengan melakukan realokasi pupuk bersubsidi di seluruh kecamatan.

Meski tambahannya tidak banyak, setidaknya dapat tersalurkan ke petani. Meskipun permintaan pertani mencari pupuk bersubsidi cukup tinggi. Hingga saat ini serapan pupuk bersubsidi hampir maksimal. Masing-masing RDKK di tingkat kecamatan banyak yang habis.

Sedangkan kebutuhan masih terus berlanjut. Urea, misalnya, dari 14.546 ton terserap 47 persen. Sementara NPK dari 8.098 ton terserap 56,3 persen. Adapun kebutuhan tahun lalu 10.098 ton.

Agar tidak selalu bergantung pada pupuk kimia, pemkab mendorong petani menggunakan pupuk organik.

Selain berperan penting dalam perbaikan unsur tanah, pupuk ramah lingkungan tersebut juga menjadi solusi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi serta tingginya harga pupuk nonsubsidi.

Sugeng Santoso mendorong para petani memanfaatkan pupuk kompos yang sejatinya lebih awet dan baik untuk tanaman. (Rq/radarpacitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + 16 =

Share post:

#TERPOPULER

#TERKAIT

Propam Polri Jatuhi Patsus 20 Hari ke Anggota Brimob Setelah Insiden Ojol Meninggal.

Nasional - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menjatuhkan...

Massa Aksi di Depan DPR Bertahan di Tengah Hujan Deras, Tuntut Keadilan atas Meninggalnya Sopir Ojol.

Nasional - Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks...

Pemkab Ponorogo Kaji Ulang Hari Jadi, Sandarkan pada Prasasti dan Data Ilmiah.

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan Seminar Bedah...

Kejuaraan Bulutangkis Ponorogo 2025 Dibuka, Jaring Bibit Atlet dan Wadahi Pecinta Badminton.

PONOROGO — Sebanyak 170 peserta turut meramaikan Kejuaraan Bulutangkis...