PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, secara resmi membuka Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu (SMART) IKAPEKSI HEBAT yang diikuti oleh 190 anak muda dari Ponorogo, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Acara pembukaan berlangsung khidmat di Gedung Sentra Industri, Ponorogo, Selasa (19/8/2025). Seleksi akan berlangsung hingga 22 Agustus 2025. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Pemerintah Kabupaten Ponorogo, dan IM Japan.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur Perdagangan Kementerian Ketenagakerjaan Solahudin, Perwakilan IM Japan Nur Hidayat, Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo, serta Ketua DPC IKAPEKSI Ponorogo Dedy Hendratmoko.
Program SMART IKAPEKSI dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dengan dukungan Pemerintah Pusat, Daerah, dan mitra seperti IM Japan. Peserta yang lolos seleksi akan berkesempatan magang dan bekerja di Jepang selama tiga tahun di berbagai sektor, termasuk konstruksi, hospitality, dan manufaktur.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. “Ini namanya pentahelix, hexahelix gotong royong semua pihak agar SDM unggul bisa magang ke Jepang. Ini bentuk komitmen bersama untuk mencetak tenaga kerja terampil (skilled worker) dengan keahlian luar biasa,” ujarnya.
Sugiri juga menjelaskan tahapan seleksi: “Ada seleksi akademik, matematika, dan fisik. Saya berharap banyak anak muda Ponorogo yang lolos dan kelak menjadi generasi unggul. Mereka akan belajar ilmu, karakter, dan etos kerja di Jepang, lalu pulang untuk membangun daerah bersama-sama.”
Ketua Umum IKAPEKSI, Pranyoto Widodo, menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga belajar disiplin, teknologi, dan budaya kerja Jepang. “Setelah tiga tahun, mereka akan pulang membawa ilmu dan etos kerja untuk membangun daerah masing-masing. Saya berharap anak-anak Ponorogo menjadi contoh yang membanggakan di Jepang,” kata Pranyoto, yang juga alumni Kenshusei 30 tahun lalu.
Ia menambahkan, hasil seleksi di Kabupaten Grobogan sebelumnya cukup menggembirakan dengan 50% peserta lolos dari 164 pendaftar. “Semoga di Ponorogo juga demikian, semakin banyak yang lolos, semakin baik,” ujarnya.
Ketua DPC IKAPEKSI Ponorogo, Dedy Hendratmoko, menargetkan 60% peserta lolos seleksi. “Antusiasme sangat tinggi. Kami akan mendampingi mereka agar meraih hasil terbaik,” kata Dedy.
SMART IKAPEKSI adalah program seleksi magang ke Jepang tanpa biaya. Seluruh kebutuhan seleksi ditanggung oleh Pemerintah Daerah, termasuk akomodasi dan konsumsi. Peserta yang lolos akan menjalani pelatihan intensif sebelum diberangkatkan ke Jepang melalui mitra resmi seperti IM Japan.
Program ini menjadi harapan baru bagi generasi muda Ponorogo dan sekitarnya untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan daerah setelah kembali dari Jepang. (hmr)