HomePonorogoBupati Hadiri Haul Ke. 22, almaghfurlah KH. Hasyim Sholeh di Darul...

Bupati Hadiri Haul Ke. 22, almaghfurlah KH. Hasyim Sholeh di Darul Huda Mayak.

Date:

Ponorogo – Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo mengadakan Pengajian Akbar dalam rangka Haul ke 22 KH. Hasyim Sholeh yang diadakan  di halaman PP Darul Huda Mayak, Ponorogo pada Rabu (16/04/2025).

Pengajian Akbar ini dihadiri oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, Pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqafah Jakarta KH. Said Aqil Sirodj, Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang K.H. Yusuf Chudlori, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH. Luqman Harits Dimyathi, Pengasuh Ponpes An-Nawawiyah Tasikagung Rembang KH Nawawi Kholil, Pengurus NU wilayah Jatim KH. Fathur Aziz, Ketua Tanfidziyah NU Cabang Ponorogo Dr. Idam Mustofa, Kepala Bakorwil 1 Madiun Heru Wahono Santoso mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda Ponorogo, Forkopimcam Kecamatan Ponorogo Kota serta ribuan masyarakat dari Ponorogo dan sekitarnya.

Untuk diketahui, KH. Hasyim Sholeh adalah sosok Ulama’ yang berpengaruh bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Beliau lahir pada tahun 1939 dari pasangan KH. Husain dan Hj. Sufiah.

Ulama’ kharismatik ini adalah Pendiri Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo. Beliau juga seorang pejuang Dzikrul Ghofilin dan sema’an Mantab daerah Ponorogo. Beliau adalah sosok yang rendah hati, tidak menonjolkan ibadahnya, selalu berjuang untuk akhirat dan santri- santrinya.

Keagungan akhlak dan tekad yang kuat untuk semua cita-citanya beliau warisi dari Mbah Nur Fadhil Gentan Ponorogo. KH. Hasyim Sholeh berpulang kepada Sang Khalik pada hari Sabtu, 13 Desember 2003 M yang bertepatan pada 18 Syawal 1424 H.

Pengajian akbar ini dibuka oleh sambutan dari Pimpinan dan Pengasuh PP Darul Huda KH. Abdussami’ Hasyim. Dalam sambutannya, Gus Ami’ Hasyim menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kehadiran tamu dan masyarakat.

“Saya mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Darul Huda mengucapkan selamat datang dan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran para tamu undangan, semoga mendapatkan kita semua mendapatkan ridho dari Allah SWT.”

Dalam kesempatan itu, Bupati Ponorogo juga menyampaikan kata sambutan. Sugiri Sancoko mengucapkan selamat atas berlangsungnya kegiatan ini dan dirinya juga mengenang kebaikan Almarhum KH. Hasyim Sholeh.

“Selamat dan sukses atas kegiatan Pengajian akbar dalam rangka Haul ke 22 KH. Hasyim Sholeh. Beliau adalah Kyai yang sangat menyayangi umat dan saya sangat mengingat saat ibu mertua saya saat berhaji dibimbing oleh Almarhum Romo KH. Hasyim Sholeh. Semoga semakin bertambah besar mendapat kepercayaan dari masyarakat sehingga kedepan Darul Huda akan mampu menghasilkan generasi muda yang hebat.” ucap Kang Giri.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan sambutan yang disampaikan oleh Heru Wahono Santoso selaku Kepala Bakorwil 1 Madiun.

Dalam sambutannya Khofifah mengapresiasi acara ini dan mengajak untuk memdoakan dan meneladani sifat-sifat dari Almarhum KH. Hasyim Sholeh.

“Saya sangat mengapresiasi acara yang khidmat ini, semoga acara ini menjadi ikhtiar kita agar kita senantiasa dalam pertolongan Allah SWT. Mengenang jasa pendiri pesantren menjadi momentum untuk mendoakan dan meneladaninya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa dalam rangka mempersiapkan SDM Jawa Timur agar lebih baik, Pemprov Jawa Timur juga mengupayakan bea siswa bagi lulusan pondok pesantren.

“Pemprov Jatim selama tahun 2019-2025 telah memberikan bea siswa untuk santri ponpes mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebanyak 5680 mahasiswa telah mendapatkan mafaat ini, bahkan pada Desember 2024 sebanyak 30 santri juga telah mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.” paparnya.

Kemudian Pengajian Akbar dan Haul ini dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang K.H. Yusuf Chudlori.

Dalam ceramahnya K.H. Yusuf Chudlori. menyampaikan bahwa berbakti kepada orang tua hukumnya wajib, karena memiliki balasan pahala yang tak terputus.

“Kita mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada orang tua (birrul wālidain). Tidak hanya pada saat orang tua masih hidup, tetapi juga orang tua telah wafat. Karena berbakti kepada orang tua itu pahalanya tidak akan pernah terputus.” jelas Gus Yusuf.

Kemudian Gus Yusuf menambahkan, ridha Allah SWT tergantung ridha orang tua. Bila orang tua tidak meridhai, maka Allah juga tidak akan meridhai.

“Apabila kita banyak melaksanakan amal soleh, tetapi disaat yang sama kita menyakiti hati orang tua. Maka jangan pernah berharap ridha Allah SWT.” lanjut Gus Yusuf

Mendekati tengah malam acara ini kemudian ditutup dengan memunajatkan doa dan diikuti oleh seluruh tamu undangan dan masyarakat. (hmr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 3 =

Share post:

#TERPOPULER

#TERKAIT

Massa Aksi di Depan DPR Bertahan di Tengah Hujan Deras, Tuntut Keadilan atas Meninggalnya Sopir Ojol.

Nasional - Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks...

Pemkab Ponorogo Kaji Ulang Hari Jadi, Sandarkan pada Prasasti dan Data Ilmiah.

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan Seminar Bedah...

Kejuaraan Bulutangkis Ponorogo 2025 Dibuka, Jaring Bibit Atlet dan Wadahi Pecinta Badminton.

PONOROGO — Sebanyak 170 peserta turut meramaikan Kejuaraan Bulutangkis...

Jangan Abaikan “Me Time”: Kunci Ampuh Jaga Kesehatan Mental dan Kebahagiaan.

Lifestyle – Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tuntutan,...