HomePonorogoKisah Luluk: Remaja dengan Kelamin Ganda, Kumpulkan Biaya Operasi.

Kisah Luluk: Remaja dengan Kelamin Ganda, Kumpulkan Biaya Operasi.

Date:

Ponorogo – Setelah kisahnya mendapat perhatian luas, Luluk (35), remaja asal Dukuh Ringinputih, Kecamatan Sampung, Ponorogo yang mengalami kondisi kelamin ganda (Hipospadia), kini terus berjuang untuk mengumpulkan biaya operasi perubahan kelamin.

Dalam kesehariannya, Luluk bekerja membuat sangkar burung di rumah. Ia juga membantu orang tuanya bertani saat musim sawah tiba. “Kalau sangkar burung, sehari semalam kadang bisa jadi 10 sangkar, tapi kalau lagi repot paling tidak 5 sangkar,” ungkap Luluk saat ditemui, Minggu (13/4/2025).

Luluk (35) remaja berkelamin ganda, bekerja membuat sangkar burung di rumah. (fto. Jurnalis Songgolangit)

Harga sangkar yang dijualnya bervariasi, tergantung ukuran dan model. “Kalau ukuran 40×40 polos sekitar Rp100 ribu. Kalau lebih besar Rp110 ribu, kalau dicat bisa Rp130 ribu sampai Rp140 ribu,” tambahnya.

Dengan penghasilan tersebut, Luluk mengaku belum bisa menyiapkan dana operasi yang mencapai Rp350 juta. “Persiapan belum ada. Semoga nanti ada yang membantu,” harapnya.

Terkait bantuan pemerintah, Luluk menjelaskan bahwa Dinas Sosial telah menyarankan perubahan kepesertaan BPJS Kesehatannya dari kelas 1 ke kelas 3. Namun, prosesnya masih menunggu keputusan. “Sudah ditanya soal BPJS, mau dipindah ke kelas 3, tapi disuruh nunggu bulan depan. Soal gratis atau tidak, belum ada keputusan,” terangnya.

Luluk menegaskan, keinginannya menjalani operasi adalah untuk mengikuti suara hatinya. “Pengennya laki-laki karena nuruti hati,” ujarnya penuh harap.

Meski sempat merasa pasrah, dukungan dari Ormas Garuda Sakti Bersatu (GARDA SATU) membangkitkan kembali semangatnya. “Sebenarnya kemarin sudah pasrah. Tapi Alhamdulillah, ada grup GARDA SATU yang menyemangati saya. Sejak itu, saya jadi semangat lagi,” tutur Luluk.

Luluk (35) remaja berkelamin ganda (Hipospadia) Bersama Budiono (Budi Bendol), Ketua DPC Ormas Garuda Sakti Bersatu (GARDA SATU) Desa Bareng, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. (fto. Jurnalis Songgolangit)

Sementara itu, Budiono (Budi Bendol), Ketua DPC GARDA SATU, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Luluk. “Orang-orang seperti Mas Luluk ini harus benar-benar diperhatikan, baik oleh pemerintah desa maupun kabupaten. Dia berusaha keras mewujudkan keinginannya menjadi laki-laki, bahkan sampai ke Surabaya, tapi belum membuahkan hasil,” kata Budiono.

Menurut Budiono, Luluk juga berjuang keras untuk tidak membebani orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. “Melihat kondisi rumah dan keluarganya, kami dari GARDA SATU bertekad untuk membantu. Kami ingin berupaya semaksimal mungkin agar keinginan Mas Luluk bisa tercapai,” tegasnya.

Luluk (35) remaja berkelamin ganda, bekerja membuat sangkar burung di rumah. (fto. Jurnalis Songgolangit)

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Luluk berharap operasinya dapat segera terwujud, membuka lembaran baru dalam hidupnya. (hmr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 16 =

Share post:

#TERPOPULER

#TERKAIT

Propam Polri Jatuhi Patsus 20 Hari ke Anggota Brimob Setelah Insiden Ojol Meninggal.

Nasional - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menjatuhkan...

Massa Aksi di Depan DPR Bertahan di Tengah Hujan Deras, Tuntut Keadilan atas Meninggalnya Sopir Ojol.

Nasional - Unjuk rasa yang digelar di depan kompleks...

Pemkab Ponorogo Kaji Ulang Hari Jadi, Sandarkan pada Prasasti dan Data Ilmiah.

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyelenggarakan Seminar Bedah...

Kejuaraan Bulutangkis Ponorogo 2025 Dibuka, Jaring Bibit Atlet dan Wadahi Pecinta Badminton.

PONOROGO — Sebanyak 170 peserta turut meramaikan Kejuaraan Bulutangkis...